Alumni Perguruan Tinggi Arab Saudi Mengadakan Pertemuan di Indonesia

- Kamis, 12 Januari 2023 | 15:16 WIB
Ketua SC Multaqa Alumni Perguruan Tinggi Arab Saudi, KH Bachtiar Nasir pada konferensi pers dengan media di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2022). Foto : Gardunesia.com.
Ketua SC Multaqa Alumni Perguruan Tinggi Arab Saudi, KH Bachtiar Nasir pada konferensi pers dengan media di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2022). Foto : Gardunesia.com.

Gardunesia.com - Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Multaqa (pertemuan) alumni Perguruan Tinggi Arab Saudi. Pertemuan alumni ini diselenggarakan oleh Universitas Islam Madinah bersama dengan Universitas King Abdul Aziz dan Universitas King Faisal, digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, sejak Selasa-Kamis (10-12/1/2023).

"Ini pertemuan  terbesar para alumni Perguruan Tinggi Arab Saudi yang diadakan di Indonesia, diikuti peserta dari negara-negara Asia dan Pasifik serta dihadiri rektor perguruan tinggi Arab Saudi," kata Ketua SC Multaqa Alumni Perguruan Tinggi Arab Saudi, KH Bachtiar Nasir,dalam konferensi pers, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2022).

UBN menyatakan, lembaga pendidikan di Arab Saudi beraliran Islam moderat dan mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin. Hal tersebut disampaikannya dalam acara pertemuan alumni universitas-universitas di Arab Saudi dari negara-negara Asean dan Pasifik di Jakarta.

"Lembaga pendidikan di Arab Saudi beraliran Islam moderat sehingga bukan seperti yang dituduhkan selama ini," ucap UBN.

Lebih lanjut UBN menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi melalui para alumni universitas-universitas di Arab Saudi mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin dan moderat. 

"Tujuan dari diadakannya pertemuan para alumni universitas-universitas di Arab Saudi ini adalah untuk meningkatkan tali persaudaraan antara alumni dan pihak kampusnya," jelas UBN.

Dengan demikian, alumni menjadi perpanjangan tangan kampus dalam penyebaran nilai-nilai agama sekaligus menjadi penyampai syiar Kerajaan Arab Saudi tentang Islam moderat yang saat ini sedang dikembangkan di Arab Saudi.

"Selama ini banyak tuduhan yang dilemparkan ke Arab Saudi tentang wahabisme dan sebagainya, tetapi sebenarnya hal-hal tersebut banyak yang keliru," ujar Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah (JATTI) KH Bachtiar Nasir.

"Oleh karena itu, di kepemimpinan kali ini, Raja Salman memiliki visi 2030, yakni menggencarkan misi Islam wasathiyah atau moderasi beragama dari sisi keberagamaannya," jelas UBN.

Halaman:

Editor: Davi Pranataliadi

Tags

Terkini

Peringati HUT Ke 22, BAZNAS Gelar Khitanan MassalĀ 

Selasa, 17 Januari 2023 | 23:45 WIB

BAZNAS Luncurkan Program ZCoffee

Rabu, 11 Januari 2023 | 22:58 WIB

Percepat Kerja Kemanusiaan, Jufi Gelar Raker 2023

Senin, 9 Januari 2023 | 08:55 WIB

Presiden Jokowi Terima Ketua Umum PBNU

Senin, 2 Januari 2023 | 22:00 WIB

Terpopuler

X