• Selasa, 29 November 2022

Zulkifli Hasan : Perbedaan Politik itu Biasa Dalam Membangun Bangsa

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 14:07 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan gagasan pada dinner talk bersama 30 tokoh nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/10/2022) malam.Foto: Gardunesia.Com.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan gagasan pada dinner talk bersama 30 tokoh nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/10/2022) malam.Foto: Gardunesia.Com.

Gardunesia.com – Jakarta, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan bahwa perbedaan yang terjadi di masyarakat akibat pilihan politik adalah perkara biasa.

Kampanye negatif terhadap kandidat presiden dan wakil presiden (wapres) dengan penyebutan anti Islam, pro-AS, pro-China, dan lainnya, menurut Zulkifli juga merupakan hal biasa dalam pertarungan politik.

"Pilpres-Pileg 2024 nanti akan menimbulkan pertarungan. Tapi mungkin tidak akan sehebat pertarungan isu pada Pemilu 2014 dan 2019, karena waktu itu hanya ada dua pasangan Capres (Calon Presiden)," ujar Zulkifli saat menghadiri Dinner Talk bersama 30 tokoh nasional bertajuk 'Keberpihakan Media Massa dan Peranannya dalam Menciptakan Peluang Disintegrasi Bangsa' di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/10/2022) malam.

Semua itu menurut Zulkifli adalah pilihan dalam berpolitik, tentu selalu memiliki pandangan yang berbeda dalam membangun bangsa ini.

"Kami sepuluh tahun dukung Prabowo, sekarang beralih ke Jokowi. Saya dibilang murtad. Kalau saya nggak perduli, biasa saja karena nggak masalah juga orang ngomong begitu boleh saja. Karena setiap orang punya pandangan berbeda," tukas Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, partainya menawarkan gagasan dan pikiran meskipun tidak mudah. "Jual pikiran itu sulit, nggak gampang. Tapi jual kadrun, ini Amerika dan Tiongkok itu cepat," ujarnya.

Maka itu dalam berpolitik, Zulkifli dengan partainya menggagas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersinergi bersama Partai Golkar dan PPP menawarkan debat pikiran.

“Kalau bertengkar, ya bertengkar gagasan dan pikiran,” tukas Zulkifli Hasan yang juga menjabat Menteri Perdagangan.

Menurutnya, di tengah dunia yang berubah, geopolitik yang cepat dialami semua negara. Namun dalam kunjungannya ke Amerika, Zulkifli melihat dialog antar kelompok berbeda pendapat maupun agama itu hal biasa yang terjadi di negara tersebut.

Halaman:

Editor: Davi Pranataliadi

Sumber: Sri Sugiarti

Tags

Terkini

BAZNAS Tetapkan 8 Program Prioritas Nasional 2023

Jumat, 2 September 2022 | 12:15 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi TMII

Senin, 29 Agustus 2022 | 22:38 WIB

Harapan Keluarga Penerima Gelar Tanda Kehormatan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 00:30 WIB

Terpopuler

X