• Sabtu, 13 Agustus 2022

Lestarikan Komodo, KLH Terapkan Pembatasan Kouta Pengunjung Taman Nasional Komodo

- Senin, 27 Juni 2022 | 16:39 WIB
Wakil Menteri LHK, Alue Dohong saat memaparkan penerapan kebijakan kouta pengunjung dalam upaya pelestarian komodo di Taman Nasional Komodo sinergi KLH dan pemerintah rovinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),Senin, (27/06/2022). foto: Humas KLH.
Wakil Menteri LHK, Alue Dohong saat memaparkan penerapan kebijakan kouta pengunjung dalam upaya pelestarian komodo di Taman Nasional Komodo sinergi KLH dan pemerintah rovinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),Senin, (27/06/2022). foto: Humas KLH.

Gardunesia.com -  Satwa komodo merupakan salah satu warisan alam dunia yang memiliki Outstanding Universal Value (OUV) tinggi. Maka itu, kelestarian ekosistem dan satwanya harus dijaga. Salah satunya dari kunjungan wisata alam di Taman Nasional Komodo yang trend-nya cenderung meningkat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) menekankan pentingnya pemberlakukan pembatasan kuota pengunjung di Taman Nasional Komodo demi menjaga kelestarian populasi biawak komodo. 

"Perlu diatur jumlah maksimum yang dapat ditampung agar tidak berdampak pada kelestarian satwa komodo," ujar Wakil Menteri LHK, Alue Dohong pada konferensi pers bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),Senin, (27/06/2022).

Pengaturan pengunjung dengan sistem pembatasan pengunjung atau kuota pengunjung ini tentunya dimaksudkan untuk meminimalisir dampak negatif kegiatan wisata alam terhadap kelestarian populasi biawak Komodo dan satwa liar lainnya.

"Mempertahankan kelestarian ekosistem di Pulau Komodo dan Pulau Padar pada khususnya, serta untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung serta petugas selama beraktivitas di Taman Nasional Komodo," jelas Alue.

Menurutnya, untuk mengetahui batas maksimal pengunjung diperlukan kajian daya dukung daya tampung wisata (DD DTW) di Taman Nasional Komodo sebagai dasar penentuan kuota. 

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK melalui Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) telah melaksanakan kajian Daya Dukung Daya Tampung Wisata (DDDTW) berbasis jasa ekosistem di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Kajian ini dilaksanakan oleh tim tenaga ahli yang diketuai oleh Dr. Irman Firmansyah, S.Hut., M.Si. (System Dynamics Center/IPB) dengan Komite Pengarah yaitu Prof. Drs. Jatna Supriatna, Ph.D. (Guru Besar Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia).

Hasil kajian DDDTW merekomendasikan bahwa jumlah pengunjung ideal per tahun ke Pulau Komodo adalah 219.000 wisatawan dan ke Pulau Padar mencapai 39.420 wisatawan atau sekitar 100 orang per waktu kunjungan.

Halaman:

Editor: Davi Pranataliadi

Sumber: Sri Sugiarti

Tags

Terkini

Presiden Jokowi Ingatkan Petani Rawat Kelapa Genjah

Kamis, 11 Agustus 2022 | 21:00 WIB

Terpopuler

X