• Jumat, 1 Juli 2022

10 Cara Alami Turunkan Kolesterol Jahat Tanpa Obat

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 13:00 WIB
Ilustrasi Kolesterol Jahat (Dok Net/istimewa)
Ilustrasi Kolesterol Jahat (Dok Net/istimewa)

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh kolesterol jahat (LDL) merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Kematian akibat penyakit ini disebut mencapai 36,3 persen dari total kematian di Indonesia pada tahun 2016.

Risiko gangguan kesehatan akibat kolesterol jahat (LDL) yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah ini bahkan tertinggi ketiga di ASEAN, setelah Laos dan Filipina. Evidence and Analytics, lembaga riset kesehatan asal Inggris mencatat berbagai faktor terkait pola hidup menjadi pemicu munculnya penyakit ini, antara lain kebiasaan merokok, kelebihan berat badan, dan tekanan darah tinggi.

Penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh kolesterol jahat (LDL) merupakan masalah kesehatan di negara maju maupun berkembang. Kementerian Kesehatan menyatakan, masyarakat perlu melakukan cek kesehatan berkala, menghindari perilaku merokok, rajin beraktivitas fisik, menerapkan pola makan seimbang, istirahat yang cukup, dan mengelola stres. Selain itu, masyarakat juga diimbau melakukan pengukuran tekanan darah dan rutin melakukan pemeriksaan kolesterol minimal satu tahun sekali.

Kolesterol merupakan zat penting bagi metabolisme tubuh. Namun, kolesterol juga bisa jadi faktor risiko penyakit kardiovaskular bila kadarnya terlalu tinggi dan tidak dikendalikan dengan baik, dimana kolesterol jahat (LDL) lah yang sangat berperan penting dalam kesehatan jantung.

Oleh sebab itu penting bagi seseorang melakukan cek kolesterol secara rutin. Segera lakukan perubahan gaya hidup bila kemudian mengetahui kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi.

1. Kurangi lemak jenuh
Lemak jenuh dapat secara langsung meningkatkan kadar LDL di dalam darah. Lemak ini banyak ditemukan pada produk makanan hewani, seperti di antaranya daging merah, kulit ayam, mentega, keju, dan minyak goreng.

2. Hindari lemak trans
Menurut American Heart Association (AHA), mengonsumsi lemak trans dapat berdampak negatif terhadap kesehatan seseorang yakni bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Beberapa sumber lemak trans antara lain, margarin, minyak sayur terhidrogenasi, gorengan, isi perut sapi, domba dan kambing.

3. Kendalikan konsumsi gula
Bukan hanya lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Terlalu banyak mengonsumsi gula juga bisa membuat kolesterol naik. Jadi misalnya bila ingin mengendalikan kolesterol dengan buah, maka hindari membuat jus dengan tambahan gula.

The American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 100 kalori (25 gram) gula tambahan per hari untuk wanita dan anak-anak, dan tidak lebih dari 150 kalori (37,5 gram) per hari untuk pria.

Halaman:

Editor: Anton Nugraha

Tags

Terkini

BPOM : Vaksin Booster Covid-19 Meningkatkan Antibodi

Senin, 10 Januari 2022 | 19:05 WIB

BPOM Beri Izin 5 Vaksin Covid-19 untuk Booster

Senin, 10 Januari 2022 | 18:35 WIB

BAZNAS Bangun Pos Kesehatan Korban Erupsi Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 15:13 WIB

Vitamin K2 Sehatkan Tulang dan Jantung

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:00 WIB

Jahe Manfaat untuk Kesehatan dan Ampuh tangkal Mual

Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:00 WIB

10 Cara Alami Turunkan Kolesterol Jahat Tanpa Obat

Sabtu, 4 Desember 2021 | 13:00 WIB

5 Makanan Yang Cocok disaat Sakit

Selasa, 23 November 2021 | 16:52 WIB
X