• Selasa, 29 November 2022

Pengelolaan Wakaf Perlu Profesionalisme

- Rabu, 26 Oktober 2022 | 14:08 WIB
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

Gardunesia.com - Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nurul Huda mengatakan, nazhir harus memiliki kompetensi sehingga mampu mengelola harta wakaf secara profesional.

"Nazhir harus memiliki kompetensi profesi. Tugas nazhir adalah mampu menjaga pokok wakaf dan mengelola secara profesional. Kompetensi ini juga akan membangun kepercayaan calon wakif,” ungkap Nurul Huda pada webinar Aksi Wakaf Talk bertema Momentum Kebangkitan Wakaf: Kompetensi dan Profesionalisme Nazhir Wakaf” yang digelar Baitul Wakaf bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah, Selasa (25/10/2022).

Guna  meningkatkan kompetensi, menurutnya, nazhir perlu mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh BWI.

Dengan mengikuti sertifikasi, nazhir dapat mengetahui potensi diri serta diharapkan mampu mengoptimalisasi potensi wakaf.

Kemudian, lanjut Nurul Huda, nazhir yang kompeten menjadi syarat bagi lembaga wakaf yang ingin mendapatkan izin sebagai nazhir dari BWI.

 “Ketika sudah memiliki izin, lembaga wakaf akan mendapatkan sertifikat elektronik,” ujar Nurul Huda.

Pada kesempatan ini, Nurul Huda menyampaikan sejumlah keuntungan yang didapat lembaga wakaf setelah terdaftar di BWI. Di antaranya adalah mendapat pembinaan nazhir secara rutin.

“Nazhir juga bisa berkonsultasi terkait tata kelola wakaf. Termasuk juga bantuan dan bimbingan pada setiap masalah sengketa harta benda wakaf,” jelasnya.

Pembina Baitul Wakaf Ustaz Asih Subagyo mengungkapan empat langkah agar wakaf mampu menjadi instrumen ekonomi pembangunan Islam.

Halaman:

Editor: Davi Pranataliadi

Tags

Terkini

Pengelolaan Wakaf Perlu Profesionalisme

Rabu, 26 Oktober 2022 | 14:08 WIB

PBB Apresiasi Penanganan Covid-19 di Indonesia

Jumat, 27 Mei 2022 | 03:35 WIB

ATM Dubai 2022, Bangkitkan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 22:33 WIB

Terpopuler

X