• Selasa, 29 November 2022

Seeing The Unseen: Menghapus Stigma Penyintas Gangguan Mental melalui Kain Batik

- Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:18 WIB
Seeing The Unseen terbuka untuk umum di Ballroom Mahabrata, Desa Wisata TMII pada 16 Oktober 2022.
Seeing The Unseen terbuka untuk umum di Ballroom Mahabrata, Desa Wisata TMII pada 16 Oktober 2022.

Gardunesia.com - Jakarta, 12 Oktober 2022 - Seeing The Unseen merupakan sebuah gerakan sosial yang berfokus pada isu kesehatan mental di Indonesia. Gerakan ini hadir sebagai buah kolaborasi antara TikTok Indonesia, Batik Fractal, Menjadi Manusia, serta Taman Mini Indonesia Indah.

Dilatarbelakangi isu kurangnya pemahaman akan kesehatan mental sehingga masyarakat dengan mudah memberikan penilaian buruk terhadap para penyintas, Seeing The Unseen berusaha menghapus stigma negatif melalui visualisasi motif batik. Fokus terhadap isi kesehatan mental dengan membawa kain batik sebagai media visual, Seeing The Unseen mengambil bagian aksi untuk bersama memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia dan Hari Batik Nasional yang sama-sama jatuh di bulan Oktober.

Motif batik baru lahir dari penggabungan motif batik Indonesia dan hasil scan brainwave teman-teman pejuang kesehatan mental. Batik perpaduan brainwave dan motif batik Indonesia ini, dapat dilihat melalui acara Exhibition and Talkshow: Seeing The Unseen yang terbuka untuk umum di Ballroom Mahabrata, Desa Wisata TMII pada 16 Oktober 2022. Acara tersebut menampilkan sesi talkshow oleh praktisi, pengamat, dan public figure untuk berbagi pengetahuan akan pentingnya menyadari dan menghargai kesehatan mental.

Terdapat 4 motif batik baru yang dipamerkan sebagai hasil gabungan 4 motif batik populer Indonesia dan 4 penyintas gangguan mental mulai dari Bipolar Disorder, Anxiety, hingga Depresi.

Statement TikTok Indonesia: bisa membahas hasil survei tentang kesehatan mental dan harapan dengan adanya kegiatan ini.

Statement Sania: menceritakan bagaimana ia menyadari kondisi, mulai menerima kondisinya, berdamai dengan gangguan Bipolar yang ia miliki, dan menanggapi stigma yang ada di tengah masyarakat.

Statement Menjadi Manusia: menjelaskan seberapa urgent kesadaran akan gangguan mental di Indonesia dari sisi penyintas maupun masyarakat luas.

Statement Batik Fractal: bercerita tentang proses pembuatan batik, mulai dari mentranslate hasil brain scan sampai jadi sebuah kain batik dan bagaimana pengalamannya memproduksi kain batik dari hasil brainwave penyintas gangguan mental.

Statement TMII: TWC selaku pengelola TMII berpendapat pentingnya kegiatan ini dalam membangun awareness tentang mental health, hal ini selaras juga dengan upaya Transformasi TMII yang dilakukan TWC melalui 2 pilar bisnis TMII yaitu Inklusif dan Culture.

Halaman:

Editor: Davi Pranataliadi

Sumber: TMII

Tags

Terkini

Pengelolaan Wakaf Perlu Profesionalisme

Rabu, 26 Oktober 2022 | 14:08 WIB

PBB Apresiasi Penanganan Covid-19 di Indonesia

Jumat, 27 Mei 2022 | 03:35 WIB

ATM Dubai 2022, Bangkitkan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 22:33 WIB

Terpopuler

X