Kemenkop UKM Komitmen Tingkatkan Skala Wirausaha Sebesar 3,55 Persen

- Jumat, 10 Desember 2021 | 16:06 WIB
foto: dokumen humas Kemenkop UKM.
foto: dokumen humas Kemenkop UKM.

Jakarta. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen tingkatkan rasio skala kewirausahaan sebesar 3,55 persen dengan menciptakan wirausaha muda yang inovatif.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah mengatakan, pihaknya memiliki tugas untuk menaikkan rasio kewirausahaan Indonesia pada tahun 2021 sebesar 3,55 persen hingga 3,95 persen.

Pada 2024 mendatang fokus pada penciptaan wirausaha muda, mapan, inovatif, berkelanjutan dan menciptakan lapangan pekerjaan yang dilakukan melalui proses inkubasi dalam satu ekosistem yang utuh.

"Tahun 2021, Kemenkop UKM punya tugas naikkan rasio kewirausahaan sebesar 3,55 persen-3,95 persen. Dan 2024, fokusnya penciptaan wirausaha muda yang inovatif, dan menciptakan lapangan pekerjaan," ujar Siti, di Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penduduk Indonesia tahun 2020 telah mencapai 270,20 juta jiwa dimana 68,75 persen masuk dalam usia produktif. Tercatat  24 persennya masuk kategori pemuda berusia 16-30 tahun sesuai dengan Undang-Undang (UU) tentang Pemuda.

Sedangkan pada tahun 2024, bonus demografi diperkirakan mencapai 174,79 juta orang kategori pemuda dibawah usia 39 tahun.

Angka tersebut menurutnya,  harus menjadi peluang, sehingga pemuda menjadi pencipta lapangan pekerjaan bukan pencari pekerjaan. "Maka itu, entrepreneur yang profesional dan mampu bersaing di pasar global perlu dipersiapkan secara komprehensif," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dari 64.14 juta wirausaha mikro dan kecil, hanya 4 persen atau 168.161 usaha yang memiliki sertifikat berupa sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), HKI (Hak Kekayaan Intelektual), dan sertifikat lainnya.

Maka itu, menurutnya, bukan hanya mengadopsi teknologi yang saat ini dibutuhkan oleh para wirausaha. Tetapi pentingnya merek dan meng-lisensikan bisnis dari satu tereplikasi menjadi lima atau bahkan lebih.

Halaman:

Editor: Davi Pranataliadi

Sumber: Sri Sugiarti

Tags

Terkini

Terpopuler

X